Kabar mengejutkan datang dari dinamika politik tingkat desa di Kabupaten Bekasi. Lurah Desa Burangkeng, Nemin bin H. Sain, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya per Kamis, 6 Agustus 2026. Nemin telah menyerahkan surat pengunduran diri secara langsung kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Burangkeng.
Wakil Ketua BPD Burangkeng, Ahmad Sodikin, mengonfirmasi kabar penyerahan surat pengunduran diri Lurah Desa Burangkeng melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis sore. Dalam surat pengunduran dirinya kepada BPD, Nemin mengatakan alasan mundurnya adalah lantaran isu yang berkembang di masyarakat bahwa dia diduga memanfaatkan kekuasaan selaku lurah untuk memenangkan calon kepala desa tertentu pada Pilkades 2026.
"Mengingat hal tersebut demi terciptanya suasana pilkades yang aman dan lancar maka saya menyatakan mengundurkan diri dari Lurah Desa Burangkeng sejak saya tandatangani surat pernyataan ini" demikian tertera dalam surat yang ditujukan kepada BPD tersebut.
Langkah mundur ini menandai berahirnya masa kepemimpinan Nemin yang telah menjabat sejak tahun 2012.
Selama lebih dari satu dekade memimpin, sosok yang juga pernah bertugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI-P (periode 2001) ini dikenal sangat tertib administrasi, memegang teguh tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), serta vokal memperjuangkan kompensasi warga terkait TPAS Burangkeng.
Dengan pengabdiannya selama menjadi Lurah Desa Burangkeng banyak melakukan berbagai terobosan untuk memajukan Desanya. Desa yang dikenal sebagai tempat pembuangan sampah (TPA) yang saat ini semakin menggunung dan hanya ratusan meter dari kantor Desa Burangkeng. Sekarang ini, Desa Burangkeng sangat semakin dikenal, bukan karena polusi sampahnya saja.
Di bawah kepemimpinannya, ayah dari anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sarif Marhaendi ini, Desa Burangkeng mengalami lompatan ekonomi signifikan dengan pencapaian Pendapatan Asli Desa (PADes) yang semula minim hingga menembus angka Rp1 miliar per tahun.
Berbagai program pro-rakyat pun sempat ia gulirkan, mulai dari kucuran subsidi listrik dan air bersih gratis, pembagian seragam sekolah gratis, hingga pemberian beasiswa bagi pemuda berprestasi.
Selain itu, selama menjadi Penasihat dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangun Global Prestasi juga semakin berkembang dengan sejumlah unit usaha yang dijalankan, diantaranya peternakan ayam broiler, pangkalan LPG 3kg, jasa parkir, warung kopi, internet desa, dan jasa angkutan sampah.